SERIBU
TAHUN
Aku
tak pernah perduli dengan kata lama. Yang aku perduli adalah bagaimana aku
menjaga hatiku saat waktunya indah nanti. Jangan pernah takut dengan apapun
yang akan terjadi, karena aku mencintainya bukan untuk sebentar, tapi untuk
seribu tahun bahkan lebih lama dari itu. Melihat semuanya telah berlalu begitu
cepat, kupastikan aku tetap melangkah untuk menjadi yang terhebat dalam
hidupnya. Setiap hari aku selalu menunggunya walau aku tak tahu harus bagaimana
mengatakan padanya tentang ini.
Perasaanku
tak pernah kosong, yang kupikirkan hanyalah dia. melihatnya berdiri sendiri
membuatku sadar dengan sebuah arti hidup yang akan memakan tubuh kecilku dan
meninggalkannya di sini. Dan aku terus melangkah lebih dekat padanya agar aku
dapat merasakan cintanya. Tuhan ... beri aku waktu untuk dapat melatih hatiku
untuk tetap dan terus menunggunya walau seribu tahun. Tuhan ... ajari aku untuk
selalu tegar menahan rasa gundahku saat kau akan menjemputku kembali padamu, sebelum
kumiliki hatinya. Aku hanya ingin menunggu cintanya, cinta yang akan aku
dapatkan untuk sisa hidupku. Dan
selama ini aku percaya aku akan menemukan-MU.
Created
by : Hasniar Rahmawati
Category
: Flash Fiction