Jumat, 05 Oktober 2012

SERIBU TAHUN

SERIBU TAHUN

Aku tak pernah perduli dengan kata lama. Yang aku perduli adalah bagaimana aku menjaga hatiku saat waktunya indah nanti. Jangan pernah takut dengan apapun yang akan terjadi, karena aku mencintainya bukan untuk sebentar, tapi untuk seribu tahun bahkan lebih lama dari itu. Melihat semuanya telah berlalu begitu cepat, kupastikan aku tetap melangkah untuk menjadi yang terhebat dalam hidupnya. Setiap hari aku selalu menunggunya walau aku tak tahu harus bagaimana mengatakan padanya tentang ini.
Perasaanku tak pernah kosong, yang kupikirkan hanyalah dia. melihatnya berdiri sendiri membuatku sadar dengan sebuah arti hidup yang akan memakan tubuh kecilku dan meninggalkannya di sini. Dan aku terus melangkah lebih dekat padanya agar aku dapat merasakan cintanya. Tuhan ... beri aku waktu untuk dapat melatih hatiku untuk tetap dan terus menunggunya walau seribu tahun. Tuhan ... ajari aku untuk selalu tegar menahan rasa gundahku saat kau akan menjemputku kembali padamu, sebelum kumiliki hatinya. Aku hanya ingin menunggu cintanya, cinta yang akan aku dapatkan untuk sisa hidupku. Dan selama ini aku percaya aku akan menemukan-MU.

Created by : Hasniar Rahmawati
Category    : Flash Fiction