Jumat, 09 November 2012

^ENTAHLAH ... ^


Aku tak pernah tahu bagaimana Tuhan akan menyabut nyawaku suatu saat nanti. Aku juga tak akan pernah tahu jika suatu saat nanti Tuhan akan membiarkanku sendiri. Yang aku tahu, Tuhan selalu menunjukkanku bagaimana memaknai hidup. Bagiku Tuhan sangat sempurna. Dengan mengayuh sepeda sportku, aku terus mencari pemandangan yang indah untuk menjadi objek lukisanku. Pikiranku kini hanya tertuju pada satu titik, yaitu pemandangan alam yang sangat indah. Hamparan perkebunan teh yang hijau dan matahari yang mulai tenggelam dengan senyumku membuat dunia terasa nyaman dan indah. Aku segera menyiapkan segala peralatan lukisku. Dengan sigap aku keluarkan kanvas, kuas, dan peralatan lainnya dalam ranselku. “Cekkkrriiikkk!” suara itu terdengar dari telingaku yang tak akan tuli. Kulihat, dengan santainya seorang lelaki sedang  memotretku dari jauh dengan kamera canggihnya. Spontan, aku segera menutupi wajah imutku dengan topi sampai tak terlihat lagi olehnya.

Thanks ya, Mbak!” teriak lelaki itu dan meninggalkanku.