Sabtu, 22 Desember 2012

^KAU DAN AYAH^



KAU DAN AYAH 
Oleh : Hasniar Rahmawati. 
Jum’at , 09 November 2012

Seumur hidupku, aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya pelukan seorang ibu, aku tak pernah merasakan kasih sayang dari seseorang yang telah melahirkanku itu. Dan kini, ayahku pun tak pernah memperdulikan aku lagi. Sudah satu minggu aku pergi dari rumah, aku pergi ke rumah Gadis, sahabatku. Aku tahu apa yang aku lakukan ini salah. Tapi, apakah ayah juga akan merasakan hal yang sama saat merasa bersalah meninggalkanku?.
Aku tak ingin berlarut-larut dalam kesedihanku ini, rasa sedih itu hilang saat aku bersama Gadis, seseorang yang selalu membuat hariku berwarna. Aku berlarian di tengah perkebunan teh yang sejuk ini, aku tak perduli dengan hujan yang mengguyur tubuhku.

Selasa, 18 Desember 2012

^GORESAN TINTA RAMADHANU^



Suara parau yang menggebu itu adalah menandakan awal bulan suci kali ini. Aku terus teringat bagaimana pertama kali aku merayakan bulan suci ini dengannya. Setahun yang lalu aku tak seperti ini, menyambut bulan ini dengan hening dan perasaan tak menentu. Karena setahun yang lalu aku selalu memukul-mukul si kulit kerbau di masjid komplek rumahku bersama Dhanu.
 "Indah, ayo puasanya dibatalin dulu. Buka puasa buka lebih awal itu bagus." Nasihat ibuku. Aku pun bergegas menegak segelas air putih dan kolak buatan ibu, kemudian bergegas sholat. Kemudian kulanjutkan menyantap masakan ibu yang kupuji sebagai masakan paling nikmat di dunia. Ibu sempat menanyakan kabar Dhanu tetanggaku dulu yang sangat dekat denganku. Aku tak dapat berucap apapun, karena saat ini Dhanu adalah kekasihku yang jauh dari tempatku berada saat ini. Kami dipisahkan oleh jarak yang sempit untuk menembus hati ibu agar mengizinkanku berpacaran dengannya.  Setapak demi setapak kulalui tanpa restu ibu bersamanya. Namun, masa inilah yang memisahkan kami berdua, saat Ramadhan datang.