Jumat, 09 Agustus 2013

Family




Radio

 

 

Everything

Kuliah





Sekolah

^DAN ENTAHLAH ... ^

DAN ENTAHLAH ...
Oleh : Raniar Abbas / Hasniar Rahmawati
Minggu, 27 Januari 2013

Namaku Sarah, aku adalah sahabat Andin Syafira, yang sejak sebulan lalu telah meninggal dunia karena Kanker. Ia gagal mengikuti lomba lukisnya yang sudah ia persiapkan sematang mungkin hanya karena sakit keras hingga mengharuskannya koma selama seminggu di Rumah Sakit. Aku kagum dengan apa yang dilakukan Andin setahun lalu. Ia sangat menghargai arti apa pun. Bahkan sakit hati harus ia terima hanya untuk membuat sahabatnya yang lain bahagia. Riska, wanita cantik yang ia kenalkan padaku saat pertama menjadi murid baru di kelasnya. Bukan hanya Riska yang ia kenalkan padaku, tetapi juga seorang lelaki yang nampaknya ia sukai, namanya Yoga. Semuanya ia ceritakan padaku. Dulu, ia sempat menyukai Yoga. Ia sempat hancur berantakan saat tahu Riska menyukai Yoga sudah lama. Namun, semuanya ia anggap hanya mimpi buruk yang tak akan pernah terjadi. Ia pernah mengatakan padaku,

Sabtu, 27 April 2013

^EH, LO! ^



EH, LO!
Oleh : Raniar Abbas
Sabtu, 15 september 2012

Hari ini menjadi hari yang sangat sepi dan membosankan untukku. Hanya ada sepetak kamar kostan yang menjadi satu-satunya tempat favorit-ku. Hari minggu semua penghuni kostan meninggalkan tempat yang dengan terpaksa menjadi tempat favorit mereka. Tetapi saat aku sedang asik menggalau di kamarku ini, tak sengaja dari jendela aku melihat seorang lelaki tampan yang membawa tumpukan barang dari sebuah kamar kost putra di seberang kostanku. Ia terlihat kesulitan saat mengunci pintu kamarnya karena barang yang ia bawa terlalu banyak. Tak kusadari aku pun menertawakannya seperti orang bodoh. Tetapi saat ia berhasil mengunci pintu kamarnya ia melihat kearahku dan dan tersenyum. Aku tak dapat menertawakannya lagi, aku diam dan membiarkannya pergi membawa tumpukan barang itu. Lalu aku menutup kembali jendela kamar dengan perasaan malu dan bersalah. Sebagai penghuni baru kostan ini, tak seharusnya aku menertawakan seseorang yang sedang kesulitan seperti pertama aku mengisi ruangan ini, dengan sulitnya aku membawa barang bawaan dari lantai satu ke lantai tiga kostan. Aku terus berpikir sambil memakan beberapa cemilan yang seminggu lalu kudapat dari mama saat aku pulang ke rumah. Tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu dan memanggil-manggil namaku, lalu dengan siap siaga aku pun membukakan pintu.
“Ini neng ada surat dari anak kost sebelah” jawab ibu kost memberi selembar kertas padaku.
“Owh, eemm iya terimakasih ya, Bu?” ku ambil surat dan ibu kost pergi. Dengan rasa penasaran aku pun membuka surat itu dan ...

Jumat, 26 April 2013

^DENI OH DENNY^


                         DENI OH DENNY
Oleh : Raniar Abbas
Selasa, 01 Januari 2013

Hari berlalu begitu cepat, dan dalam sejarah, menunggu adalah hal yang sangat  membosankan bagi siapa pun. Sama sepertiku yang saat ini sedang menunggu Reni, sahabatku untuk pulang bersama. Aku tak pernah melepaskan pandanganku ke arah Reni yang sedang berduaan bersama Deni, kekasihnya. Tetapi kali ini aku tidak sengaja melepaskan pandanganku untuk seseorang yang sedang duduk tenang di sudut lapangan futsal kampus, mungkin ia sedang menunggu seseorang yang ia cari, aku tidak tahu siapa yang ia tunggu, yang jelas saat ini aku sedang menunggunya untuk menengok ke arahku. Aku coba berhitung 1,2,3, dan seterusnya dalam hati, jika dalam hitungan lima ia menengok ke arahku, khayalanku ia adalah jodohku. Dengan isengnya aku tertawa sendiri saat hitungan kelima ia melihatku dengan anehnya. “Dia jodoh gue ... hahaha” aku bersorak dalam hati. Dan kufokuskan kembali dengan apa yang kunanti, Reni. Setelah menunggu cukup lama, Reni menghampiriku dan memberitahuku bahwa hari ini ia tak jadi pulang bersamaku. Sungguh menyebalkan. Aku melangkahkan kaki menuju halte untuk menunggu bus. Dan tanpa disangka leleki itu datang menghampiriku yang sudah berkeringat karena terlalu lama menunggu Reni. Ia sedang berdiri di sampingku, hanya satu kata yang bisa aku ucapkan saat ini “perfect”.

Rabu, 24 April 2013

^KEMARIN^



KEMARIN
Oleh : Raniar Abbas
Jum’at , 11 Januari 2013

Kadang, aku hanya dapat  tersenyum saat mengingat aku dan dia tertawa dan bercanda layaknya dua sejoli yang sedang bahagia tanpa masalah sedikit pun. Aku hanya tidak mengerti mengapa Tuhan menciptakan suatu perasaan yang begitu sulit untuk aku definisikan. Aku sering menangis saat semua orang tidak melihatku. Aku tak ingin melihatnya sedih dan kusam, aku tak ingin membuatnya kecewa sedikit pun. Meskipun itu hal yang sulit, aku akan berusaha membuatnya bahagia. Tetapi bukan begini caranya. Ia tak akan pernah tahu bagaimana saat airmataku seperti meleleh saat setahun ini aku tak pernah meneteskan airmata. Aku hanya sepenggal cerita yang tak akan mungkin menjadi sejarah untuknya. “Bahagia itu saat aku dan kamu menjadi kita” ucap Karrel setahun yang lalu. Aku bingung. Mengapa ia begitu lekat dalam pikiranku. Meskipun kejadian setahun yang lalu itu hanya membuatku dilema. Bahkan saat ini aku tak dapat melihat bagaimana senyumku sendiri. Entah apa yang terjadi, semenjak Karrel pergi meninggalkanku jauh, aku berubah. Aku menjadi seorang yang sibuk dan sangat sibuk dalam duniaku, menulis. Begitu hebatnya Tuhan menciptakan suatu hal yang benar-benar tidak dapat aku lupakan.

Minggu, 17 Maret 2013

^RIZKY ... ^

   

DOKUMEN TERKAIT  
 Video ini adalah percakapan sebelum terjadinya cerita yang saya tulis. Rizky dan Bella
1. http://hasniarrahmawati.blogspot.com/2011/02/aku-kehilangan-rizky.html

http://hasniarrahmawati.blogspot.com/2013/01/masih-tentang-rizky_30.html




Minggu, 17 Februari 2013

#me #happy #instagram #niar


#me #happy #instagram #niar

^NAPAS BUATAN IDHAM^


NAPAS BUATAN IDHAM
Oleh : Raniar Abbas
Selasa, 1 januari 2013

“Suk, ada es cendol dari Galih tuh!” kata Rosa saat aku sedang pusing-pusingnya buat proposal kemping kampus. “Oh es cendol! Aku tidak akan menyiakanmu!” aku segera berlari menuju es cendol. Dan kuteguk es cendol tersebut layaknya milkshake. Sungguh menyegarkan. Namaku Mely, lebih akrabnya teman-teman memanggilku Blusuk. Kata mereka si aku suka adventure di tempat-tempat kumuh dan jarang disambang orang. Makanya mereka memanggilku Blusuk. Tapi tak apalah, toh panggilan itu juga sempat dipakai oleh Bapak Gubernur Jakarta, Jokowi. Akhir –akhir ini aku sedang sibuk-sibuknya membuat laporan untuk kegiatan panjat gunung minggu depan. Sebagai sekretaris dalam acara tersebut, aku harus profesional dalam menjalankan tugasku. Tak jarang, Galih sering menemaniku untuk membuat laporan itu. Galih adalah ketua pelaksana dalam acara ini. sedangkan Rosa, adalah bendahara yang bertugas sebagai administrasi dalam acara ini. Berbagai persiapan pun kami lakukan untuk berjalannya acara itu, setiap pagi aku harus siapkan fisik dan mental agar tetap stamina dalam menjalankan acara ini. Sebab, acara ini akan diadakan di Baduy - Banten. Di sana, tempatnya masih asri dan benar-benar hutan. Sehingga itulah yang memikat daya tarik kami sebagai penyelenggara untuk bersosialisasi dan belajar mandiri.

Rabu, 30 Januari 2013

^MASIH TENTANG RIZKY^



MASIH TENTANG RIZKY
Oleh : Hasniar Rahmawati
Senin, 10 Desember 2012 

Kebahagiaan itu datang ketika aku dan ia sama-sama terlahir di dunia. Itu semua adalah anugerah yang Tuhan berikan pada kami. Namun, semenjak ia pergi untuk meninggalkan semua yang ada di dunia, hidupku berubah drastis. Liku yang dulu terjalin bersamanya, nampak hilang begitu saja. Meski aku belum sempat menjadi kekasihnya atau bahkan menjadi pendamping hidupnya, tapi aku tetap merasa bahagia dan sangat bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan padaku. Ia sangat sempurna, ia mampu membuat hatiku tenang, namun penyesalan selalu datang ketika teringat lima hari sebelum kematiannya. Banyak cerita yang tak bisa aku lupakan saat bersama dengannya. Lima belas bulan yang lalu,
“ I have died everyday waiting for you ... Darling don't be afraid I have loved you ... For a thousand years ... I'll love you for a thousand more ... ” saat itu aku bernyanyi di kelas, aku menyanyikan sebuah lagu yang sangat aku suka A Thosand Years yang dipopulerkan oleh Christina Perri.

Kamis, 24 Januari 2013

^SEKETIKA GALAU ^


SEKETIKA GALAU 
Oleh : Raniar Abbas
Kamis, 10 januari 2013 


Gerakan matanya sungguh tidak dapat dipungkiri jika saat ini ia sedang memandangku tanpa berkedip sedikit pun. Matanya berbicara seakan mengajak hatiku untuk bergerak. Dua jam berlalu, seminar cinta dan kita yang diadakan oleh organisasinya telah usai. Semua peserta seminar berdesakan keluar dari auditorium kampus. Yang kulihat, pria beralmamater kuning itu terus memantauku dari jauh. Entah ada apa, ia terus memantauku tanpa mendekatiku untuk berbasa-basi atau berkenalan. Kali ini, aku coba mengalihkan penglihatanku padanya, namun dengan cepat ia seperti tak perduli denganku yang sedari tadi ia lihat. Beginikah caranya membuatku penasaran? Apakah tidak ada cara yang lebih aku suka? Sungguh pria yang aneh. Seminggu berlalu, rasanya sulit sekali menghilangkan rasa penasaranku ini darinya. Pria berkacamata yang kuperkirakan berusia 20 tahun itu, saat ini sedang berada di hadapanku. Namun, saat kami berpapasan, ia sama sekali tak melihatku. Apa yang ia mau?. Rasanya ingin sekali aku menengok ke belakang untuk memastikan ia sedang melihat ke arahku atau tidak, tetapi Tuhan tidak mengizinkan. Entahlah, ia adalah lelaki yang mampu membuatku tersenyum sendiri saat mengingatnya.