FF. Selasa, 13 November 2012
Hujan dan Haikal
Oleh : Hasniar Rahmawati
Hujan
yang membawa langkahku berhenti di sini. Berhenti tepat di atas kebahagiaan
yang sedang menghampiriku. Aku percaya mengapa Tuhan menciptakan makhluk tampan
yang sedang berdiri di sampingku. Itu karena aku selalu berdoa untuk kembali
dipertemukan dengannya. ia adalah Haikal. Seragamnya terlihat basah, meskipun
tak kuyup. ia setengah menggigil ketika rintikan air berjatuhan dari langit. ia
masih tak melihatku, meski aku pun terlihat menggigil karena dinginnya hujan.
Sejenak aku tertunduk, dan aku tersenyum karena teringat semua kenanganku
dengannya saat masa putih biru yang dulu sempat mewarnai hariku.
“Vira?” sapanya
seperti bertanya. Aku terkejut ia masih mengenaliku. Bibirku kaku dan tak dapat
berucap.