Hari
itu menjadi hari yang sangat membahagiakan untuk Faris. Ia dapat melihat dan
berbincang-bincang dengan Daisy yang hampir tiga tahun tidak bertemu. Diacara
reuni akbar SMPnya itu orang yang pertama Faris cari adalah Daisy, seseorang
yang dari kelas satu SMP telah memenuhi otak sarafnya. Faris tetap
dikenal sebagai seorang pemuda yang baik dan apa adanya oleh teman, sahabat,
guru-gurunya bahkan orang yang paling special,
yaitu Daisy. Kesederhanaannya membuat semua orang kagum saat mengetahui
kehidupan Faris yang sebenarnya serba tercukupi. Saat Faris ditunjuk menjadi
salah-satu pengisi acara reuni akbar SMPnya tersebut, ia sempat ragu dan merasa
tak pede. Namun saat ia tak sengaja melihat ke arah Daisy, Daisy
tersenyum dan dengan senyuman Daisylah yang mampu membuat Faris menyetujui
permintaan teman-teman panitianya agar Faris mau menunjukan kepiawaiannya
memainkan biola. Entah apa yang terjadi, saat itulah senyum Daisy mulai merekah
kembali diiringi nada harmoni dari biola Faris. Tatapan Daisy begitu nyata dan
benar-benar hidup saat melihatnya bermain biola. Tepat diharmoni terakhir,
Daisylah orang pertama yang bertepuk tangan dan diikuti yang lain. Faris pun
semakin yakin bahwa Daisy sadar telah menyukainya.
Kamis, 25 Oktober 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
