Tidak ada seorang
pun yang ingin menderita kanker
darah.
Kanker
darah
merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang menyerang manusia, baik wanita
atau laki-laki. Gejala dari kanker darah ini diawali dengan anemia. Anemia
terjadi karena pasokan oksigen ke dalam tubuh berkurang, hal ini karena sel
darah normal yang bertugas mengalirkan darah ke seluruh tubuh didominasi oleh
pertumbuhan sel darah putih yang abnormal, sehingga tubuh akan bernafas lebih
cepat sebagai balasannya. Selain itu penderita kanker darah juga akan mudah
terserang infeksi. Sel darah putih yang bertugas melindungi tubuh dari bakteri
dan virus mengalami pertumbuhan yang abnormal, sehingga antibodi yang
dihasilkan tidak terbentuk dan berfungsi kurang baik. Penderita kanker ini juga
akan mengalami pendarahan. Pendarahan ini terjadi karena platelet atau sel
pembeku darah tidak terproduksi secara wajar karena didominasi oleh sel darah
putih, oleh karena itu penderita mengalami pendarahan yang ditandai dengan
banyaknya bercak merah di bawah jaringan kulit.
Bila tubuh anda
cepat lelah dan wajah kita terlihat pucat, sebaiknya anda segera memeriksakan
kondisi tersebut pada dokter karena hal tersebut bisa mengindikasikan penyakit kanker
darah.
Gejala tersebut disebabkan karena pasokan oksigen ke dalam tubuh menjadi
berkurang. Gejala lain dari kanker
darah
adalah pendarahan. Pendarahan terjadi karena sel pembeku darah tidak
terproduksi secara normal dan didominasi oleh sel darah putih, penderita
mengalami pendarahan di jaringan kulit dengan ditandai banyaknya bintik-bintik
merah pada jaringan kulit. Gejala selanjutnya adalah tubuh penderita kanker
darah atau leukimia ini akan mudah terserang infeksi. Infeksi ini merupakan
akibat dari pertumbuhan sel darah putih yang menghasilkan antibodi pemusnah bakteri,
terproduksi secara tidak wajar dan abnormal. Penderita juga biasanya sering
mengeluhkan nyeri tulang dan persendian.
Gejala kanker darah
Gejala Kanker
darah
bisa dibilang sangat menakutkan. Darah merupakan unsur penting yang menunjang
kehidupan kita. Gejala
kanker darah
seperti anemia. Penderita akan menampakkan gejala cepat lelah, pucat, dan
bernafas lebih cepat yang disebabkan oleh pasokan oksigen ke dalam tubuh berkurang
secara drastis. Pendarahan terjadi akibat platelet atau sel pembeku darah
diproduksi secara tidak normal karena didominasi oleh sel darah putih, maka
penderita akan mengalami pendarahan di jaringan kulit. Penderita kanker
darah
ini akan mudah terserang infeksi. Infeksi ini terjadi karena sel darah putih
yang berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan infeksi dari
bakteri dan virus tidak terbentuk secara normal, sehingga mengalami disfungsi.
Penyakit kanker darah atau leukemia merupakan salah satu jenis
kanker yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Untuk langkah
pengobatan maupun pencegahan penyakit kanker darah, mari sedari dini kita
mengenal penyakit kanker
darah dan cara mengobatinya untuk meminimalisir dampak penyakit kanker darah.
Leukemia adalah sejenis kanker yang terjadi pada sel-sel darah
(sel darah putih). Leukemia biasanya terjadi dimulai pada sum-sum tulang,
tempat terbentuknya sel-sel darah tersebut. Pada saat itu, sel-sel darah yang
seharusnya berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh berubah menjadi abnormal
sehingga memproduksi sel darah putih secara tidak terkontrol.
Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya,
Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel
darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah
putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel
darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur
kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.
Gejala Kanker Darah :
Gejala-gejala yang terjadi jika seseorang mengalami leukimia atau
kanker darah adalah anemia, pendarahan, terserang infeksi, nyeri pada bagian
tulang dan persendian, nyeri perut, pembengkakan kelenjar lympa, kesulitan
bernafas, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit yang berlebihan, demam dan
berkeringat di malam hari, sakit kepala, sakit tulang dan sendi, sangat lemas
dan lemah, dan turun berat badan secara drastis.
Penyebab Kanker Darah :
Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara
pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi
terjadinya leukemia.
1. Radiasi. Hal ini
ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus
Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita
dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada
korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
2. Leukemogenik.
Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi
leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri
seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi, rokok.
3. Herediter.
Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar
dari orang normal.
4. Virus.
Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus
leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
Pencegahan Kanker Darah :
Untuk pencegahan penyakit kanker darah atau leukimia sebaiknya kita menghindari faktor risikonya, seperti : tidak merokok, mengurangi dan mencegah kosumsi zat karsinogenik, menghindari pemaparan radiasi sinar tertentu, menjalani pola hidup seimbang serta rajin berolahraga.
Pengobatan Kanker Darah :
Sejumlah pengobatan dapat kita lakukan untuk penyembuhan penyakit
ini, salah satunya melalui cara medis seperti melakukan kemoterapi dengan
menggunakan obat-obatan, terapi sinar (terapi radiasi), terapi biologi, operasi
bedah (pengangkatan limpa), dan transflantasi sumsum tulang belakang. Namun
cara tersebut merupakan salah satu pengobatan yang perlu dilakukan secara
berkala juga tentunya mengeluarkan sejumlah biaya yang tidak sedikit.
Saat ini telah hadir pengobatan penyakit kanker darah atau
leukimia secara alami yaitu dengan obat alami kanker
darah dari jus kulit manggis xamthone plus. Obat alami kanker
darah ini sangat efektif untuk melawan berbagai macam penyakit kanker
lainnya, seperti penyakit kankr payudara, kanker kelenjar getah bening, kanker
prostat, kanker serviks, dll serta penyakit jantung. Mengapa demikian ?? Simak penjelasannya berikut ini :
Kulit buah manggis mengandung senyawa Xanthone yang meliputi
mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B, trapezifolixanthone,
tovophyllin B, alfa mangostin, beta mangostin, garcinon B, mangostanol,
flavonoid epicatechin, dan gartanin. Senyawa tersebut sangat bermanfaat untuk
kesehatan. Senyawa Xanthone tersebut hanya dihasilkan dari genus Garcinia. Di
luar negeri kulit buah manggis sudah dibuat kapsul yang digunakan untuk
suplemen diet, antioksidan, dan antikanker.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis mempunyai
aktivitas melawan sel kanker meliputi breast, liver, dan leukemia. Selain itu,
juga digunakan untuk antihistamin, antiimpflamasi, menekan sistem saraf pusat,
dan tekanan darah, serta antiperadangan. Kulit buah juga mengandung antosianin
seperti cyanidin-3-sophoroside, dan cyanidin-3-glucoside. Senyawa tersebut
berperan penting pada pewarnaan kulit manggis. Kulit buahnya mengandung senyawa
pektin, tanin, dan resin yang dimanfaatkan untuk menyamak kulit dan sebagai zat
pewarna hitam untuk makanan dan industri tekstil, sedangkan dan getah kuning
dimanfaatkan sebagai bahan baku cat dan insektisida.Efek biologi &
farmakologi Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare. Buah manggis
muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida. Ekstrak (n-heksana dan
etanol) manggis memiliki tingkat ketoksikan tertentu pada penggunaan metode uji
Brine Schrimp Test (BST). Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa alfa mangostin
(1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis (3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil
isolasi dari kulit buah manggis mempunyai aktivitas antiinflamasi dan
antioksidan. Sehingga dapat membantu menyembuhkan penyakit kanker darah.

