Kamis, 24 Januari 2013

^SEKETIKA GALAU ^


SEKETIKA GALAU 
Oleh : Raniar Abbas
Kamis, 10 januari 2013 


Gerakan matanya sungguh tidak dapat dipungkiri jika saat ini ia sedang memandangku tanpa berkedip sedikit pun. Matanya berbicara seakan mengajak hatiku untuk bergerak. Dua jam berlalu, seminar cinta dan kita yang diadakan oleh organisasinya telah usai. Semua peserta seminar berdesakan keluar dari auditorium kampus. Yang kulihat, pria beralmamater kuning itu terus memantauku dari jauh. Entah ada apa, ia terus memantauku tanpa mendekatiku untuk berbasa-basi atau berkenalan. Kali ini, aku coba mengalihkan penglihatanku padanya, namun dengan cepat ia seperti tak perduli denganku yang sedari tadi ia lihat. Beginikah caranya membuatku penasaran? Apakah tidak ada cara yang lebih aku suka? Sungguh pria yang aneh. Seminggu berlalu, rasanya sulit sekali menghilangkan rasa penasaranku ini darinya. Pria berkacamata yang kuperkirakan berusia 20 tahun itu, saat ini sedang berada di hadapanku. Namun, saat kami berpapasan, ia sama sekali tak melihatku. Apa yang ia mau?. Rasanya ingin sekali aku menengok ke belakang untuk memastikan ia sedang melihat ke arahku atau tidak, tetapi Tuhan tidak mengizinkan. Entahlah, ia adalah lelaki yang mampu membuatku tersenyum sendiri saat mengingatnya.